PERPUSTAKAAN WIDYA GRAHA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Di Telan Kenyataan

La Rose - Nama Orang;

Setelah tamat membaca novel ditelan kenyataan, saya mulai tercenung. Ternyata apa yang ditulis oleh La Rose, meskipun sudah lama, tetapi masih berkaitan dengan yang terjadi sekarang. Cerita La Rose, mengenai Mulyono seorang Pejuang. Yang terkenal tegas dan idealis. Diakhir hayatnya ia tidak mendapat apapun dari gelar pejuangnya. Kejadiannya, dimala ketika Broto seorang pemuda yang lugu diperalat Boenchiang searang penyeludup untuk bekerjasama dengan kelompok Mulyono. Boenchiang menjadi penyedia dana pada saat itu. Sampai Mulyono bermasalah dengan Boenchiang dan Broto. Mulyono akhirnya dipindah tugaskan. Sampai akhir hayatnya, Mulyono selalu mengkritik pemerintah, pejuang dan lain sebagainya. Pernah dia menulis, tetapi tidak pernah dimuat karena tidak cocok dengan koran. Pak Mulyono bahkan dikatakan orang stress dan gila. Boenchiang dan Broto, seiring berjalan waktu tetap bekerja menjadi penyelundup. Di samping itu, mereka juga menjadi pahlwan. Sudah berapa kali mereka mendapatkan penghargaan dari presiden. Bagi mereka itu tidak penting, yang penting bagaimana usahanya lancar. Pak mulyono setelah pensiun menjadi prajurit, pernah juga berusaha. Tetapi usahanya gagal, karena ada bangunan yang dikerjkan oleh Broto dan Boenchiang. Jadi, hari-hari Mulyono selalu menggerutu dan menunjukkan sikap tidak puas. Sampai ketika meninggalpun ia susah untuk mendapatkan tempat kuburan. Karena biaya yang cukup besar. Ibu Mulyono kesulitan mengurusnya karena anak laki-lakinya Darwin belum jua pulang. Ia sempat mengurus untuk di makam pahlawan, tetapi tidak ada yang menghiraukan. Sampai akhirnya, Pak Broto membantu Ibu Mulyono. Begitulah, kehidupan Mulyono. Sampai akhirnya ia tidak diakui juga menjadi pejuang. Seolah kenyataan dirinya di telan oleh waktu, tanpa ada yang mengungkap. Mungkin ini masih terjadi di negari ini.


Ketersediaan
01998813 LAR d c.1 (RAK 800)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 LAR d c.1
Penerbit
Jakarta : Gunung Agung., 1985
Deskripsi Fisik
356hlm.;19cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
813
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cet.1
Subjek
fiksi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN WIDYA GRAHA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sebagai Sistem Manajemen Perpustakaan yang lengkap, SLiMS (Senayan Library Management System) memiliki banyak fitur yang akan membantu perpustakaan dan pustakawan untuk melakukan pekerjaannya dengan mudah dan cepat.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik