Text
Pemimpin Bersorban Biru
Aku tetap diam di tengah huru-hara massa yang berucap kasar ke arahku, mengamati segala kemungkinan yang bisa terjadi sambil menyiapkan beberapa narasi untuk membubarkan mereka. Akan tetapi aku tak sempat bersuara, dengan anarkis mereka mulai melempar beberapa benda ke arahku. Benda terakir yang di empar adalah amril yang berukuran agak besar, tepat mengenai kepalaku. Jidatku berdarah, kali ini lebih parah dari peristiwa di sekolah pasca aku membacakan puisi tentang pemimpin berserban biru.
| 08445 | 813 NAF p c.1 | (RAK 800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain