Text
Pesantren Impian : cinta, teka-teki, dan kematian
Berkisah tentang 15 siswi Pesantren Impian, yang sengaja diundang secara khusus belajar ilmu dien di pesantren ini. Tempat yang sangat jauh dari hiruk pikuk kota besar yang ternyata tak ada di peta. Kelima belas siswi pilihan ini adalah siswi yang mempunyai latar belakang permasalahan berbeda-beda. Mulai dari seorang gadis yang menjadi korban pemerkosaan, gadis pencuri, gadis pembunuh, gadis penipu, gadis pemakai narkoba, dan lain lain. Lima belas remaja putri dengan masa lalu kelam, menerima undangan misterius untuk menetap di Pesantren Impian. Sebuah tempat rehabilitasi di sebuah pulau yang bahkan tak tercantum di dalam peta. Seharusnya sederhana, siapa menduga bahwa berbagai kejadian menegangkan kemudian terjadi?
Para gadis ini belajar meninggalkan segala macam permasalahan yang selama ini ada di kehidupan mereka sebelumnya. Mereka diajari banyak hal di tempat ini, memperbaiki sholat-sholat mereka, belajar membaca Al-Quran, kegiatan keterampilan, sampai kegiatan fisik. Selama beberapa waktu mereka mulai menikmati kehidupan di pesantren. Tetapi di akhir tahun mereka belajar di pesantren ini, mulai banyak permasalahan muncul yang ternyata menguraikan segala rahasia-rahasia diantara mereka.
Si gadis pembunuh yang selam ini diburu oleh si polisi juga berada dalam rombongan ini terus menghantui mereka beberapa waktu terakhir menjelang selesainya masa pendidikan. Teungku Budiman sang pemilik pesantren yang sangat cemas dengan keadaan pesantren karena mulai diganggu oleh orang-orang luar yang meneror para siswi pesantren. Lalu bagaimana dengan nasib para gadis-gadis ini setelah teror-teror mengganggu mereka dan apakah si gadis pembunuh itu tertangkap oleh si polisi, lalu bagaimana dengan keadaan Pesantren Impian ini?
Penulis meracik sebuah cerita dengan sangat seru! Begitu jeli menyembunyikan si gadis pembunuh itu sebagai tokoh utama dalam novel ini. Jadi, pembaca diajak untuk menemukan sendiri siapa nama asli dari pembunuh itu. Letupan-letupan klimaks yang tak terduga, serta misteri-misteri kejadian yang menimpa para santriwati, membuat novel ini begitu hidup. Selain itu bahasa yang digunakan pun enak, dan tidak terjamah pada hal-hal yang vulgar. Novel ini mengajarkan bahwa sebaik-baiknya seorang manusia di depan mata kita, dia pasti punya aib dan kekurangan diri, besar atau kecil. Namun Allah yang Maha Menjaga Rahasia begitu sempurna menyembunyikan aib itu di mata manusia lain. Jadi, jangan heran ketika seorang yang anda kenal baik, dikemudian hari menjadi sosok yang berdosa. Semoga kita menjadi lebih baik.
| 10049 | 813 ASM p c.1 | My Library (RAK 800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain