Text
Dua Barista
Kehidupan kadangkala menyuguhkan jalanyangpelik. Antaramasuk ke dalam sumut atau gua? Masuk ke mulut Buaya atau harimau?harus mencebur ke laut atau danau?
Sama halnya yang dialamai ahvash. Ia hendak membesarkan hati istrinya namun menerima kenyataan atas kemandulannyan
Namun, sebagai anak tinggal Ahvash juga harus memikirkan perasaan orang tuanya yang sangat mengharapkan keturunan darinya, yang kelak akan mewarisi sekaligus meneruskan estafet kepemimpinan pesantren dengan ribuan santri.
Lalu poligami itu benar -benar terjadi dalam hidup ahvash, dan justru mazatina sendirilah yang memilihkan madunya, meski natin Ahvash tidak cenderung pada istri kedua, meski maysaroh selaku madu selalu tawaddu' dan sopan, meski mazarina sejatinya berhati baik dan berupaya tawakkal, tapi masalah kompleks tetap saja muncul dan silit dihindari.
Pergulatan batin hari demi hari selalu kental mewarnai. Ketiganya dituntut menjadi manusia yang baik ditengah kemelutnya hati, mengakalah diri sendiri, karena kenyataan tidak ada peran antagonis diaini, semuanya adalah manusia berakhlaq dan terdidik, tetapi tetap saja tidak lepas dari cobaan penyakit hati.
Nah, karena kehidupan mereka nyatanya tidaknsemulus jalannyol, tidak secerah langit di pagi hari, akankah poligami itu tetap dilanjutkan? Atau justru tidak layak untuk dipertahankan? Lantas, sejauh mana mereka berusaha?
Jika harus memilih, siapakh yang akan dipilih ahvash? Mampukah ia melakukan itu?
Novel ini bukanbtermasuk barisan yang anti ataupun pro poligami, Bukan!!!
Dua barista hanyalah cermin, sebuah refleksi kehidupan agar kita belajar adil dan proporsional dalam memandang dan menilai sesuatu.
Nikmati saja ceritanya, meski banyak alur yang akan mengagetkan di akhir cerita, karena dua barista bukan hanya novel baper-baperan saja, juga mengandung kritik sosial di mana ada tradisi-tradisi yang di dobrak, serta stigma-stigma lama yang dibantah,
| 09293 | 813 NAJ d c.1 | My Library (RAK 800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain