PERPUSTAKAAN WIDYA GRAHA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Menusantarakan Islam

Text

Menusantarakan Islam

Aksin Wijaya - Nama Orang; Muhammad Ali Fakih - Nama Orang;

Sepanjang karier intelektualnya, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak pernah menulis satu buku utuh yang secara khusus diperuntukkan sebagai eksposisi atas pemikiran-pemikiran genuine-nya. Karya-karyanya, yang hampir seluruhnya berupa artikel, pun tidak memiliki pretensi ambisius untuk membangun sebuah sistem teori. Sebagai guru bangsa, Gus Dur hanya bergulat dengan seabrek problematika umat dan berupaya membimbing mereka agar tetap berada di rel yang benar, dan khusus untuk model keberagamaan umat Islam Indonesia, ia namai rel itu sebagai “Islam pribumi”. Hasil pemikirannya ini telah menjadi salah satu cabang dari disiplin ilmu Islamic studies, yakni “Islam dan budaya lokal”, yang diajarkan di kampus-kampus Islam dalam negeri, dan lebih dari itu, Abdurrahman Wahid Studies didirikan setidaknya di beberapa kampus di Amerika Serikat dan Australia sebagai program studi bidang minat.

“Islam pribumi” itulah yang dikaji secara mendalam di dalam buku Menusantarakan Islam ini. Dengan keterampilannya membongkar satu artikel ke artikel lainnya karya Gus Dur, dalam satu tarikan napas, Aksin Wijaya memformulasikan secara ciamik pemikiran Gus Dur dengan bahasa yang lugas dan mudah dicerna. Lebih dari itu, Aksin Wijaya bahkan mengembangkan “Islam pribumi” Gus Dur dengan memberikan tekanan kontekstualisasi teoretis sedemikian rupa sehingga dapat dioperasionalkan dalam lingkungan keberislaman kita saat ini. Dengan kontekstualisasi itu, “Islam pribumi” Gus Dur mendapatkan wajah kontemporernya. Aksin Wijaya menamai pengembangan teoretiknya, yang ia anggap sebagai wajah baru Islam Nusantara, dengan nomenklatur “Islam antroposentris-transformatif”, yakni Islam yang otonom dari budaya Arab; otonom dari aliran, organisasi, dan lembaga keagamaan; Islam yang lebih membumi, lebih membela manusia, yakni Islam yang hanya punya satu tujuan utama: menyebarkan pesan damai.


Ketersediaan
10891297.6 AKS m c.1My Library (RAK.200)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
297.6 AKS m c. 1
Penerbit
Yogyakarta : IRCiSoD., 2024
Deskripsi Fisik
318hlm.:ilus.;20cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786238108558
Klasifikasi
297.6
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cet.1
Subjek
sejarah islam
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN WIDYA GRAHA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sebagai Sistem Manajemen Perpustakaan yang lengkap, SLiMS (Senayan Library Management System) memiliki banyak fitur yang akan membantu perpustakaan dan pustakawan untuk melakukan pekerjaannya dengan mudah dan cepat.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik