Text
Ha Nahnu Dza
Tidak ada alasan masuk akal bagi seorang Nafiz Bunayya untuk bisa bergabung
dengan manusia-manusia aneh dari daerah antah berantah di asrama yang menggaungkan
nilai-nilai agama yang kebetulan ia anut ini. Come on! Sitampan Nafiz, putra tunggal dari miliuner
yang nyaris mampu membeli sebuah provinsi di Indonesia ini, harus bergabung dengan mereka?
Tunggu! Dulu anak laki-laki ini begitu populer di sekolah mahal milik keluarganya. Sorot mata gadis-gadis
di sekolah itu benar-benar hanya untuknya saat ia hadir. Sayang, kebanyakan dari mereka harus patah hati.
Bahkan, seorang gadis pernah mengancam loncat dari lantai dua jika Nafiz tidak menerima cintanya. Kalian
tidak kenal Nafiz, mana mungkin ia peduli. Walhasil , bukan hanya hati anak gadis itu yang patah hati, tapi juga
tangan dan kakinya.
Meski tidak ada yang bercerita-cita melanjutkan pendidikan di sini, mereka tetap tidak bisa menggerakan langkah
keluar dari area wajib bermuslim ini. Mereka? Yup! Ada Ali yang baru saja mengenal Islam. Hal itu disimpulkan Nafiz
saat wali kelasnya menganjurkan Ali untuk segera disunat. Ada Saddam yang suratan tangannya tertulis sebagai
anak pembantu dan anak majikannya juga menetap di asrama yang sama. Dan terakhir, Daffa anak laki-laki yang
mengidap penyakit savant syndrome. Merekalah sahabat terdekat Nafiz di sini. Di sini, di tempat yang mereka sebut
dengan istilah "pesantren"!
| 08700 | 813 IRA h c.1 | (RAK 800) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain